HOME  |   PUBLIKASI  |   CONTACT US     

Tentang Bank Jambi

Produk dan Layanan

Lokasi ATM

Rekrutmen Bank Jambi

Whistleblowing System (WBS)

    PENCARIAN DATA

   Cari Data :

  INFO LAINNYA

HATI - HATI PENIPUAN

Apabila Kartu Anda Macet tidak dapat digunakan,
hubungi Card Center Bank Jambi dengan nomor :
0811-743-5997
0811-743-5998
0811-743-5999
Selengkapnya ] 

  AREA TERBATAS
 
User ID :
Password :
 
    PRODUK UNGGULAN
 
 

Bank Jambi Dianugerahi 3 Penghargaan Bergengsi Sekaligus




JAMBI - Dipenghujung tahun 2019, Bank Jambi kembali berhasil meraih prestasi, dengan meraih 3 penghargaan bergengsi sekaligus. Prestasi ini merupakan apresiasi atas kinerja cemerlang pada tahun finansial 2019 sampai dengan kuartal III, dalam tiga ajang penghargaan sekaligus.

Dirut Bank Jambi, M. Yani mengungkapkan, tiga ajang penghargaan tersebut yakni, Juara 1 The Best Regional Development Bank 2019 kategori Bank BPD Buku II, Juara 1 The Best Operational Excellent 2019 Kategori Bank BPD Buku II dan Juara 3 The Best Information Technology 2019 Kategori Bank BPD Buku II.

‘‘Ketiga penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Ideku Group bekerjasama dengan NBO, LH Partner, Wisesa Latih Indonesia, PPPI, PQI Consultant, dan Indonesia – Asia Institute,’‘ kata M. Yani kemarin (8/12).

Anugerah Perbankan Indonesia VIII 2019 (APBI-VIII-2019) dari Economic Review atas Prestasi Kinerja Perusahaan 2019 Data Publik dan website kinerja, yang dinilai oleh dewan juri dari berbagai disiplin ilmu berdasarkan data publik seperti laporan keuangan, pemberitaan media massa, dan situs web resmi perusahaan.

Keberhasilan Bank Jambi menyambet 3 penghargaan sekaligus, bukan semata peran serta jajaran Komisiari, Direksi dan jajaran Bank Jambi saja, tapi yang terpenting adalah peran serta para pemegang saham, dalam hal ini Pemprov, Pemkab/Pemkot, yang telah mempercayakan Bank Jambi, sebagi bank terbesar milik Provinsi Jambi.

‘‘Termasuk para nasabah, yang mempercayakan menyimpan uangnya di Bank Jambi. Kerja keras dan soliditas seluru karyawan dan manajemen tercermin dari kinerja yang terjaga sepanjang 2019,’‘ paparnya.

Yani melanjutkan, hingga September 2019, kinerja Bank Jambi dinilainya cukup baik. Hal tersebut terlihat pada kinerja Bank Jambi kuartal III 2019 yang mencatatkan total aset Rp 12,140 triliun dan liabilitas Rp 10,620 triliun atau masing-masing tumbuh 14,2 persen dan 14,6 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Pertumbuhan aset dimotori oleh peningkatan penyaluran kredit, yang pada kuartal III 2019 mencapai Rp 7,568 triliun atau tumbuh 14,4 persen. Penyaluran kredit telah mencapai 3,8 persen dari target dengan porsi penyaluran terbesar pada sektor Consumer, sesuai dengan rencana bisnis bank.

Sementara, pertumbuhan liabilitas digerakan oleh peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga, yang pada kuartal III 2019 mencapai Rp 8,979 triliun atau tumbuh 25,7 persen.

Pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai 10,8 persen dari target dengan pertumbuhan tabungan sebesar 18,9 persen.

‘‘Penghargaan yang diperoleh ini tidak hanya kami anggap sebagai perusahaan dengan kinerja terbaik di 2019 sesuai data publik, tetapi juga memiliki prospek keberlanjutan yang baik kedepannya. Penghargaan yag kami peroleh ini, hendaknya dapat memotivasi Bank Jambi serta pemenang lainnya untuk terus meningkatkan kinerja dan berkontribusi bagi Indonesia pada umumnya dan Provinsi Jambi pada khususnya,’‘ paparnya.

Bank Jambi juga berencana untuk menggarap transaksi valuta asing, baik untuk memenuhi kebutuhan nasabah-nasabah yang berorientasi ekspor impor, maupun untuk penyediaan valuta asing bagi para nasabah yg memerlukan, seperti masyarakat yang akan menunaikan haji atau umroh, atau keperluan bepergian lainnya. Untuk melayani potensi transaksi valuta asing tersebut, saat ini sedang dipelajari kemungkin meningkatkan status sebagai Bank Devisa.

‘‘Bank Jambi juga berencana mengembangkan bisnis syariah, dengan mentransformasi unit syariah yang sudah ada menjadi perusahaan tersendiri yakni menjadi Bank Syariah Jambi. Kajian transformasi Bank Syariah ini masih dalam proses. Karena hambatan utama pembentukan Bank Syariah adalah dari sisi permodalan, dibutuhkan suntikan modal minimal Rp 1 triliun sebelum tahun 2023,’‘ tutur M. Yani mengakhiri wawancara dengan media ini. (yos)

Halaman Sebelumnya