HOME  |   PUBLIKASI  |   CONTACT US     

Tentang Bank Jambi

Produk dan Layanan

Lokasi ATM

Rekrutmen Bank Jambi

Whistleblowing System (WBS)

    PENCARIAN DATA

   Cari Data :

  INFO LAINNYA

HATI - HATI PENIPUAN

Apabila Kartu Anda Macet tidak dapat digunakan,
hubungi Card Center Bank Jambi dengan nomor :

1500-665

Cocokan kembali dengan yang tertera di layar
monitor ATM.
Jangan mempercayai seseorang yang membantu
untuk mengambil kartu ATM tertelan.

Petugas Bank Jambi tidak pernah meminta
Nasabah untuk menyebutkan PIN anda.

Pastikan pada saat anda memasukkan PIN tidak
diketahui oleh orang lain.

Selengkapnya ] 

  AREA TERBATAS
 
User ID :
Password :
 
    PRODUK UNGGULAN
 
 

Sosialisasi dan Edukasi SiKasep dan SiKumbang di Bank Jambi

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melakukan sosialisasi dan edukasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) dan Sikumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang). Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula Bank Jambi, pada hari Selasa (4/2).

Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini dihadiri Direktur Utama Bank Jambi yang diwakili oleh Kepala Divisi Kredit Bank Jambi H. Khoirul Suhairi, Direktur Operasional PPDPP diwakili oleh Alfian Arif Kelapa divisi pemasaran BLU PPDPP, Dinas PUPR Provinsi Jambi yang diwakili oleh Kabid Perumahan Wasis Sudibya, bank pelaksana, asosiasi pengembang, Developer, ASN, Anggota TNI dan Polri.

Direktur Utama Bank Jambi yang diwakili oleh Kepala Divisi Kredit Bank Jambi H. Khoirul Suhairi mengatakan, hal ini sangat penting karena KPR FLPP tidak bisa lagi diajukan secara manual.

"SiKasep ini tidak akan bisa diakses jika pengembang belum mengakses dan terdaftar di SiKumbang, sekarang sudah benar benar secara sistematis," ujarnya.

Bank Jambi di tahun 2020 mendapat alokasi untuk konvensional 1100 dan syariah 300. Pihaknya berharap, dari sosialisasi SiKasep dan SiKumbang oleh PPDPP, informasi yang didapat disebarluaskan kepada masyarakat agar bisa diakses, oleh calon konsumen maupun dari teman teman pengembang.

"Pengembang dan perumahannya harus tercatat di aplikasi SiKumbang, dan juga calon konsumen harus tercatat di aplikasi SiKasep agar bisa melakukan akad kredit, jadi kita harus benar benar melek teknologi supaya nanti apa yang kita kerjakan memberikan hasil yang diharapkan," jelasnya.

Dia menambahkan, sudah tiga tahun Bank Jambi menyalurkan FLPP. Dari 49 debitur ditahun 2016, naik menjadi 1200 debitur ditahun 2019. Untuk tahun 2020 Bank Jambi dialokasikan 1400 debitur.

"Mudah mudahan ini dapat diserap semua dan kami harapkan lagi, supaya program yang diluncurkan pemerintah ini berjalan sesuai harapan, kami akan menyeleksi teman teman pengembang yang akan mengajukan kerjasama," ucapnya.

Hal tersebut dilakukan karena Bank Jambi tidak ingin membiayai rumah yang tidak representatif. Karena jika hal tersebut terjadi akan berdampak kepada kualitas yang diberikan Bank Jambi.

"Kami ingin pengembang yang bekerjasama dengan kami dapat kami banggakan, kami juga berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang diinginkan," kata Khoirul Suhairi.

Wasis Sudibya mengatakan, Dinas PUPR berharap dengan adanya sosialisasi ini urusan sektor wajib sektor perumahan dapat dilaksanakan dan terealisasi sesuai dengan harapan, sehingga dapat memacu progam pembangunan serta perumahan yang terintegrasi.

Dia menjelaskan, progam nasional satu juta rumah merupakan program strategis yang dicanangkan presiden. Progam ini membantu mengatasi baglog perumahan sehingga masyarakat mendapat hunian yang layak.

"Program ini diharapkan dapat mendorong sektor property dan sektor lainnya dalam membantu perekonomian nasional, pemerintah menargetkan 3,9 juta unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah selama tahun 2020 sampai 2024, jumlah ini lebih rendah dari target periode 1 yang mencapai 5 juta unit," ujarnya.

Ketersediaan APBN hanya mampu mencukupi 30 persen dari total kebutuhan investasi sekitar 70 persen sisanya diharapkan dari kerjasama pihak swasta. Diperlukan alternatif perkembangan penyediaan perumahan melalui skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha. Langkah tersebut harus dilakukan demi mengejar kekurangan.

Saat ini selisih antara kebutuhan dengan ketersediaan perumahan mencapai 7,6 juta unit, dengan target pembangunan tambahan, maka pada tahun 2024 diharapkan ada penurunan backlog.

"Capaian program sejuta rumah per Agustus 2019 mencapai angka 735.547 unit, di tahun 2020 Insyaallah dapat mencapai 4,79 juta atau 49 persen dari total target," sebutnya.

Alfian Arif menyampaikan, PPDPP telah menyalurkan FLPP di Provinsi Jambi sekitar 6.158 unit dari tahun 2010 sampai 2019 dengan total nominal Rp 417 Miliyar.

Dari total tersebut terus dinaikkan, karena itu year to year pemerintah untuk tahun 2020 sudah menetapkan target subsidi FLPP Rp 11 Triliun, yang mana dipilah dari Rp 9 Triliun dari APBN dan Rp 2 Triliun dari nilai pendapatan negara bukan pajak (PNBP), bank mempunyai tanggung jawab kepada kita untuk membayar pengembalian pokok, dan Rp 2 Triliun bisa menjadi penambahan kuota.

Pemerintah terus mendukung program 1 juta rumah dan terus menambah kuota FLPP tiap tahunnya.

"Kuota FLPP terus kita tambahkan, oleh karena itu Pemerintah telah mengadakan perjanjian kerjasama operasional dengan 38 bank pelaksana, satu di antaranya Bank Jambi dengan plot 1100, teman teman pengembang disini tidak hanya berpatokan dengan satu bank saja, jadi ayo bekerja sama dengan bank apa lagi BPD sebagai market group, maka ayok kita sama sama bekerja sama lebih aktif dengan BPD Jambi karena Bank Jambi termasuk Bank 12 terbesar," pungkasnya.

Halaman Sebelumnya